fbpx
0 items - Rp0,00

Berapa biaya pemeliharaan website?

by | Last updated 18 Aug 2018 | Published on 16 Aug 2018 | Bisnis, Website

Biaya untuk merawat dan memelihara kendaraan pasti ada, tapi taukah kamu kalau website ternyata juga perlu pemeliharaan? Biaya pemeliharaan website memang tidak pernah menjadi perhatian kita selama ini. Kadang-kadang kita kaget, “Wuih ternyata ada juga ya biaya pemeliharaan website?”

Sama seperti layaknya sepeda motor, mobil, komputer, printer, dan alat kerja lainnya. Website juga memerlukan perawatan (maintenace website) untuk menjaga performa website tetap pada kondisi yang prima.

Perawatan website bukan dengan memberikan oli atau mengganti spare part namun dengan melakukan pengecekan terhadap bug, peremajaan code website jika ada code yang lebih efisien, cek kecepatan akses, dan sistem keamanan.

Beberapa yang menjadi biaya pemeliharaan website:

  1. Hosting dan domain. (Rp 300ribu – Rp 2juta, shared hosting tergantung pilihan kapasitas)
  2. SSL. (Rp 120ribu, SSL standard)
  3. Update code. (lihat pembahasan)
  4. Sistem keamanan. (lihat pembahasan)
  5. Backup. (lihat pembahasan)
  6. Manusia (nya). (lihat pembahasan)

Baca juga : Media Sosial vs Website, Mana yang Lebih Penting Untuk Bisnis?

biaya perawatan website

Biaya Pemeliharaan Website Statis vs Dinamis

Sebelumnya, mungkin beberapa dari pembaca blog ini ada yang memiliki website statis. Atau, ada yang punya website dinamis dan ingin beralih fungsi ke website statis. Pasti mau tau donk bagaimana perbandingan biaya perawatannya?

Website Statis

Web statis hanya dibuat dari 3 komponen. HTML, CSS, dan Javascript.

Secara kebutuhan teknis, website statis tidak memerlukan banyak biaya karena:

  • Web statis hanya perlu kapasitas hosting yang kecil.
  • Tidak perlu update software (plugin).
  • Jarang memerlukan update sistem keamanan.

Namun selain kebutuhan teknis, ada hal yang tidak bisa dipungkiri adalah biaya tenaga (manusia). Pada website statis, biaya untuk memperbaiki atau update sistem saat diperlukan mengharuskan kamu untuk merogoh kocek lebih dalam.

Mari kita coba gali lebih dalam dengan pendekatan asumsi.

Biaya perawatan website statis

Hosting

Kapasitas hosting 500Mb dirasa sudah cukup untuk meng-online-kan 1.000 halaman website statis.

Seriusan?

Asumsinya, 1 halaman HTML hanya berkisar 5kb ditambah 5 gambar (masing-masing ukuran 100kb) pada setiap halaman.

Total 1 halaman 505kb.

Javascript dan CSS untuk 1 website anggap memiliki size 10Mb (udah besar banget).

500Mb (500.000kb) dibagi 505kb/halaman. Hampir setara dengan 1.000 halaman.

Harga hosting 500Mb sekitar Rp 350.000/tahun.

Teknisi (Developer)

Lha.. ini yang mahal.

Semakin banyak halaman web statis, semakin sulit dan semakin lama jika ternyata harus diperbaiki.

Ada 10 halaman, berarti developer harus buka 10 halaman untuk melakukan update kode. 100 halaman web? Ya, 100 halaman juga dibuka oleh developer.

Masing-masing developer memiliki tarif sendiri. Ada yang perjam, ada yang perhari, ada juga yang per website.

Karena mahalnya sistem kontrak, sebagian besar perusahaan yang memiliki website statis memutuskan untuk mempekerjakan developer dengan sistem bulanan alias diangkat menjadi karyawan tetap. Contoh, website Apple.

Gajinya mungkin Rp 5-30 juta/bulan.

Website Dinamis

Kebalikan dari website statis, website dinamis justru akan lebih mahal di segi teknikal.

Sebagai contoh yang paling mudah. WordPress.

WordPress merupakan website dinamis yang paling dikenal oleh masyarakat luas. WordPress terdiri dari 5 komponen, HTML, CSS, Javascript, PHP, dan MySQL.

Sistem yang membedakan adalah pada adanya database pada website dinamis.

Biaya perawatan website dinamis

Hosting

Besar website Rumah Jahit Mimi (buatan Nagari nih..) adalah 230mb dan besar database sekitar 50mb.

Website Hotel Puspo Nugroho punya size sekitar 120mb dan database 35mb.

Website Nagari Studio, hampir 950mb dengan database 125mb.

Semakin kompleks website dinamis, semakin besar kapasitas hosting yang diperlukan.

Berapa biaya hostingnya? Kita anggap aja paket paling mahal di Nagari Studio, Paket Website UKM Bisnis perlu biaya Rp 1.900.000/tahun cuma untuk hosting. Tapi, unlimited hosting space.

Domain dan SSL? Gratis!

Update Code

WordPress is used by 31.6% of all the websites, that is a content management system market share of 60.0% w3techs.com

Tidak bisa dipungkiri, WordPress memegang peranan penting pada populasi website di dunia. Sekitar 30% website di dunia menggunakan WordPress.

Artinya, website dinamis yang satu ini menjadi salah satu sasaran empuk bagi para hacker.

61% of infected WordPress sites are out of date sucuri

Untuk mencegah website dibobol ternyata tidak hanya cukup dengan memasang sistem keamanan saja, tapi juga dengan mencegah terjadinya backdoor (kode lemah yang bisa di retas oleh hacker) dengan selalu melakukan update pada kode-kode di website.

Biaya pemeliharaan sekitar Rp 1-3 juta per tahun, tergantung banyak sedikit plugin yang digunakan.

Sistem Keamanan

Sistem keamanan membantu untuk mengingatkan penggunaan password yang kuat, kode otentifikasi pada saat login, pertahanan brute force pada website (serangan tebak password dan username secara paksa), dan scanning pada website untuk mencegah ada virus atau malware dan backdoor pada website.

Sebagai informasi, sejak awal Januari – Agustus 2018 sudah ada 10 ribu kasus yang mencoba membobol website Nagari Studio.

Lisensi sistem keamanan adalah $80/tahun, sekitar Rp1,2juta pertahun.

Backup

Backup sebuah website bisa dilakukan dengan 3 sistem.

  1. Download file backup dan disave pada hardisk.
  2. Save file backup pada server yang sama dengan website.
  3. Save file backup pada server yang berbeda.

Nagari Studio lebih suka dengan solusi pada sistem nomor 3. Tentu saja biaya pemeliharaan website mejadi tambah karena harus sewa server lagi untuk simpan file backup.

Tapi coba kita bahas kelebihan dan kekurangannya.

Save backup pada hardisk

Keuntungan, murah. Pakai hardisk pribadi.

Kekurangan, apakah kamu bisa pastikan kapan terjadi bad sector di hardisk mu? Yakin mau download file secara berkala? Yakin ngga lupa untuk melakukan backup?

Yeap, human error adalah salah satu faktor kesalahan yang terbesar.

Save backup pada server yang sama dengan website

Keuntungan, bisa dilakukan otomatis backup, terhindar dari lupa dan malas, lebih murah daripada sewa server lain.

Kekurangan, kuota website pada hosting harus dibagi dengan file backup. Backup yang baik minimal terdapat 4 versi backup dari waktu sebelumnya.

Artinya 4/5 kuota hosting kamu adalah untuk backup dan 1/5 nya adalah untuk website asli.

Dan, makin besar space hosting yang diperlukan biaya sewa hosting semakin mahal.

Oh ya, kalau websitemu kena hack, berarti server website juga ada pada genggaman hacker, bagaimana dengan file backupmu? Yakin ngga diutak-atik?

Save backup pada server yang berbeda

Keuntungan, otomatis backup, tidak ada bagi-bagi space kuota hosting, (lebih) aman dari hack.

Kerugian, biaya sewa server lain yang tidak murah.

Nagari Studio menggunakan cara yang ketiga untuk semua klien. Dengan memindahkan file backup secara otomatis ke server lain.

Nagari memilih Google sebagai server penyimpan data backup, maka jika ternyata ada hal yang tidak menyenangkan terjadi pada website mu, file backup masih tersusun rapi di server Google.

Bahkan, jika ternyata kamu memutuskan berhenti berlangganan website di Nagari dan suatu saat ingin kembali, kami masih bisa untuk mengembalikan websitemu sesuai dengan kondisi sebelum putus kontrak.

Biaya backup sekitar Rp 800ribu per tahun.

Tim Support (Manusia)

Kalau kamu adalah developer website, mungkin kamu ngga perlu jasa tim support untuk membantu memecahkan masalah yang terjadi pada websitemu.

Tapi, kalau kamu adalah pengusaha, mungkin kamu akan lebih suka untuk konsentrasi memajukan usahamu daripada membuang waktu utak-atik kode website.

Kamu bisa sewa developer untuk membantu merawat dan memelihara website dengan harga bervariasi. Bisa per-project atau perbulan.

Nagari Studio juga mempunyai tim support yang siap untuk membantu kamu dalam menangani pemeliharaan website ditambah memberikan tutorial dengan biaya yang sudah include pada setiap paket website Nagari Studio.

Biaya tim support Rp 2juta per tahun.

Total Biaya Pemeliharaan Website

Coba kita rangkum biaya dari atas.

Biaya pemeliharaan website statis total Rp 60.750.000/tahun (dihitung dengan biaya termurah):

  1. Hosting = Rp 350.000/tahun
  2. Domain + SSL = Rp 300.000/tahun
  3. Developer = Rp 60.000.000/tahun

Biaya pemeliharaan website dinamis Rp 6.900.000/tahun (dihitung biaya termurah):

  1. Hosting + Domain + SSL = Rp 1.900.000/tahun
  2. Update code = Rp 1.000.000/tahun
  3. Sistem keamanan = Rp 1.200.000/tahun
  4. Backup = Rp 800.000/tahun
  5. Tim support = Rp 2.000.000/tahun

Baca juga : Website Murah dan Bagus, Ada Ngga Sih?

Kesimpulan

Website statis memiliki biaya pemeliharaan website yang sangat mahal, tapi fleksibilitas dan sistem keamanan juga sangat tinggi. Perusahaan besar seperti Apple lebih suka dengan website statis, dan mereka juga tidak ada masalah untuk merogoh kocek lebih dalam.

Website dinamis, biasa disebut CMS, biaya pemeliharaan website jauh lebih murah. Bukan berarti website dinamis tidak bisa fleksibel dan aman. Bisa!

Kuncinya ada pada kedisiplinan pemilik untuk melakukan pemeliharaan.

Website aman, beroperasi dengan maksimal, jualan lancar! Kan gituuuu…

Mau punya website yang keren?

dengan sistem pemeliharaan dan keamanan yang terstruktur.

“Biarkan kami bantu buat dan urus websitemu,
sehingga kamu bisa lebih fokus pada bisnisnya”

Nagari Studio memberikan garansi 100% uang kembali, artinya kamu bisa punya website tanpa ada resiko. Mau? Pelajari halaman garansi Nagari Studio.

Artikel Terbaru

Suka Sama yang Kamu Baca?

Suka Sama yang Kamu Baca?

Bergabung dengan mailing list kami dan dapatkan artikel terupdate seputar kewirausahaan, bisnis, foto produk, dan website (termasuk tips dan triknya lho!). Ngga akan rugi deh!

Yey! Kamu berhasil bergabung dengan mailing list Nagari Studio. Tunggu berita ter-update dari kami.