fbpx
0 items - Rp0,00

Media Sosial vs Website, Mana yang Lebih Penting Untuk Bisnis?

by | Last updated 8 Sep 2018 | Published on 3 May 2018 | Bisnis

Nagari, si naga biru yang ramah lingkungan, adalah seorang pengusaha yang cukup sukses di dunia online. Media sosial yang digunakan untuk memasarkan produknya adalah Instagram. Menurut Nagari, Instagram itu keren bisa posting foto dengan tampilan yang bisa memikat konsumen. Follower Instagram Nagari mencapai 98k orang, semuanya adalah follower aktif, bisa dibayangin donk gimana serunya jualan di media sosial dengan follower sebanyak itu.

Nagari, si naga biru yang ramah lingkungan, adalah seorang pengusaha yang cukup sukses di dunia online. Media sosial yang digunakan untuk memasarkan produknya adalah Instagram. Menurut Nagari, Instagram itu keren bisa posting foto dengan tampilan yang bisa memikat konsumen. Follower Instagram Nagari mencapai 98k orang, semuanya adalah follower aktif, bisa dibayangin donk gimana serunya jualan di media sosial dengan follower sebanyak itu.

Nagari berpikir media sosial vs website, mana sih yang lebih penting untuk bisnis? Itu yang ada dipikiran Nagari saat ada sebuah studio kreatif kecil yang menawarkan pembuatan website toko online untuk Nagari. Bagi Nagari, jika website tidak lebih penting daripada sosial media hal itu bisa membuang-buang uang yang seharusnya bisa jadi modal berputar.

Gimana menurut kamu? Media sosial vs website, mana yang bisa meningkatkan omzet bisnismu?

Mau buat bisnis online, baca Cara Memulai Bisnis Online

Media sosial vs website

Secara umur, website lahir lebih dahulu. Namun dalam perkembangannya, sosial media sepertinya lebih dilirik oleh kebanyakan orang. Banyak orang yang berlomba untuk membuat sosial media sebagai media promosi tapi jumlah orang yang mau membuat website tidak sebanyak itu.

Media sosial memang sangat digandrungi oleh pebisnis muda dalam melakukan kegiatan promosi. Simple, praktis dan gratis. Melalui sosial media interkasi antara pebisnis dengan konsumen dapat terjalin dengan cepat dan menyenangkan. Dengan kemudahan yang ada bukan berarti masalah selesai begitu saja, ternyata ada masalah lain yang muncul.

Pssst… kalo mau buat website, baca dulu Website Murah dan Bagus, Ada Ngga Sih?

Media Sosial vs Website

INFORMASI STOCK

Jualan online harus punya informasi stock barang. Hal ini wajib hukumnya supaya konsumen tidak melakukan order untuk produk yang tidak ada stoknya (tidak ready stock). Di sosial media sulit untuk melakukan update stok dan sangat sulit untuk implementasi jumlah stok, sehingga konsumen harus tanya dulu ke penjual biar tau jumlah stok yang ada.

Di website atau toko online, informasi stock sangat mungkin untuk dilakukan. Hal ini mempermudah konsumen untuk melakukan transaksi karena produk yang bisa dibeli melalui website sudah ada informasi stok.

PROSEDUR PEMBELIAN

Syarat dan ketentuan, cara pembelian, terima return barang atau tidak. Konsumen yang ingin melakukan transaksi pasti mau tau gimana prosedur pembelian produk di online shop mu.

Di sosial media, kita wajib update prosedur itu di masing-masing foto produk, dan kalau ada konsumen yang tanya terpaksa kita harus menjelaskan dari awal lagi. Hingga pada pertanyaan yang sering ditanyakan (faq) pun harus dijelaskan kembali.

Di website atau toko online, kita bisa menyediakan sebuah link yang berisikan syarat dan ketentuan, sistem prosedur pembelian, dan faq sehingga konsumen yang memerlukan informasi tersebut bisa menjawab pertanyaan itu sendiri.

SISTEM PEMBAYARAN

Kena charge transfer sebanyak Rp 6.500 terkadang berat bagi sebagian orang. Memang ngga banyak, tapi gimana kalau ternyata dia adalah online-shop-a-holic? Sekali beli bisa 7 transaksi, dan setiap 3 hari sekali mesti belanja online! Sebulan, bisa sampe Rp 450.000 sendiri charge transfer antar bank yang harus dibayar!

Ah, tapi kan orang jaman sekarang punya lebih dari 1 akun bank! Yakin? Kamu sendiri masa ngga pernah kena charge transfer sih?

Melalui website toko online, kekurangan itu bisa ditambal dengan adanya integrasi pembayaran melalui akun dompet virtual. Seperti Doku, Midtrans, dan masih banyak lagi fasilitas dompet online yang membuat konsumen menjadi sangat nyaman karena ngga harus mikirin adanya charge transfer.

Jadi gimana? Kamu sudah punya sosial media apa masih perlu website atau toko online untuk memanjakan konsumenmu?

UPDATE PRODUK SETIAP HARI

Di sosial media ada istilah feed. Postingan lama pasti akan menghilang (terkubur di feed paling bawah) saat kita melakukan update di sosmed (sosial media). Padahal, produk yang ada dibawah itu belum laku semuanya! Biar orang liat lagi produk tersebut, kita sebagai pengguna sosmed wajib untuk re-post produk itu sehingga muncul dibagian atas feed.

Tips : salah satu cara untuk membuat konsumen nyaman dengan sistem pembayaran di sosial media adalah dengan memberikan link ke market place seperti Tokopedia, Bukalapak, dll.

Keuntungannya, akun sosmed menjadi kelihatan aktif dan seperti muncul produk produk baru. Walaupun faktanya adalah sebenarnya itu cuma re-post produk lama.

Kerugiannya, terkadang kita sebagai admin lupa produk mana yang udah habis dan mana yang masih ada. Produk yang harusnya di re-post malah lupa, jadinya stock menumpuk. Produk yang udah habis, malah kena re-post terus bingung karena ada konsumen yang mau beli.

Di website toko online, terdapat sistem manajemen produk dan stock sehingga update sangat minimal untuk dilakukan. Produk yang udah kosong, otomatis hilang jadi konsumen ngga kecele (salah beli). Admin dikirimin notifikasi otomatis dari website kalau stock produk kosong, mau re-stock apa ngga semua keputusan di admin.

Selain itu, di website atau toko online kita ngga perlu untuk re-post produk karena di website ada fasilitas seperti filter produk (berdasarkan harga, warna, ukuran, dll), sortasi produk (urutkan produk mulai dari yang paling favorit, paling baru, atau paling lama), dan masih banyak fasilitas lain sehingga meskipun produk lama tapi pasti masih terlihat oleh konsumen.

Seru apa seru? Jadi, menurut kamu sebagai pebisnis yang sudah punya sosial media apa masih perlu website atau toko online untuk menunjang bisnismu? Karena faktanya, sosmed dan website sama sama bisa sebagai alat untuk berjualan. Belum bisa memutuskan? Kita lanjutkan pembahasan.

PROFESSIONAL LOOK

Sosmed (sosial media) identik dengan atmosfer yang santai sedangkan website (atau toko online) atmosfer yang terbentuk adalah profesionalisme.

Masing masing media bisa dibungkus dengan bahasa yang santai, gaul, bersahabat, karena bahasa adalah salah satu cara untuk mengajak. Jadi ngga melulu sosmed itu harus santai dan website harus kaku, bisa juga sosmed dibuat kaku kog (tapi pasti bosen bacanya, hehe)

Di sosmed bisa beli follower sehingga kelihatan akun itu banyak dikenal dan favorit konsumen, padahal kalau dilihat lagi, kenapa feed terbaru cuma 15 like?

Ada yang sukses dengan cara ini? Banyak! Tapi banyak juga yang gagal. Tinggal masalah strategi, cara, dan kegigihan.

Di website atau toko online tidak mungkin untuk beli follower, yang bisa diusahakan adalah pelayanan maksimal untuk konversi konsumen baru jadi loyal. Marketing yang jitu dan bagus untuk mendapatkan konsumen baru. Website harus dibranding semaksimal dan seprofesional mungkin sehingga konsumen yakin untuk melakukan transaksi.

Mau sosmed atau website, yang penting jujur dulu! Pasti penjualan akan mengikuti seiring waktu.

SPAMMING

Sosmed itu gratis, jadi siapapun bisa bikin akun jualan bahkan 1 orang bisa punya 10-20 akun jualan dengan produk yang sama meskipun nama tokonya beda beda. Niat banget? Lho, ini kenyataannya kog. Hal ini membuat konsumen di bom dengan produk yang sama (meskipun kelihatannya beda toko) dan monopoli harga bisa aja terjadi.

Sebagai contoh, Instagram Nagari Studio sering kebanjiran follower penumbuh payu***a, pembesar rambut, dan penghitam kulit. Ah, ya sama akun baju-baju dengan harga murah meriah. Dan herannya foto-foto mereka banyak yang sama, cuma nama akun aja yang beda beda!

Apa hal ini terjadi di semua akun sosmed? Ngga, banyak akun yang jujur kog. Mereka melakukan promosi dengan cara yang baik dan tepat. Paid promote, give away, foto menarik, tulisan menarik, pelayanan baik, produk sama dengan foto.

Disisi lain, website atau toko online adalah media berbayar (kecuali blogspot, atau platform gratis lain yang sering digunakan untuk media penipuan SMS menang undian) sehingga produsen atau pemilik usaha akan berpikir 2 kali untuk melakukan spamming. Jelas donk, sudah investasi berarti harus balik modal.

Yakin mau bikin website 10 untuk spamming? Padahal biaya pemeliharaan website tidak tergolong murah juga.

Media sosial vs website, siapa yang menang kira-kira? Ngga tau! Faktanya, Nagari membuat website untuk presentasi dan menjual produk dan punya sosial media untuk promosi juga. Nagari Studio punya semua, dan masing-masing saling membutuhkan.

Jadi dari 5 perbandingan diatas, menurut kamu nih media sosial vs website, mana yang lebih penting untuk bisnis?

Kesimpulan : Media sosial vs Website?

Akhirnya, setelah perjalanan yang cukup panjang, Nagari si naga biru memutuskan untuk tanda tangan kontrak dengan studio kecil yang menawarinya sebuah website toko online. Karena menurut Nagari, kedua-duanya saling melengkapi, semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Akhirnya pertanyaan Nagari terjawab sudah, “media sosial vs website, mana yang lebih penting untuk bisnis?”. Jawaban Nagari adalah sama pentingnya.

Cek juga artikel review Nagari Studio, 8 Penyedia Jasa Pembuatan Website Terbaik di Jogja

Kalau menurut kamu gimana? Yuk tulis komentar kamu di kolom komentar dibawah ya. Jangan lupa share artikel ini kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat untuk temen-temen yang lain.

Mau punya website yang keren?
biar kamu punya mesin yang bisa jualan 24 jam nonstop!

“Biarkan kami bantu buat dan kelola websitemu,
sehingga kamu bisa lebih fokus pada bisnisnya”

Nagari Studio memberikan garansi 100% uang kembali, artinya kamu bisa punya website tanpa ada resiko. Mau? Pelajari halaman garansi Nagari Studio.

Artikel Terbaru

Suka Sama yang Kamu Baca?

Suka Sama yang Kamu Baca?

Bergabung dengan mailing list kami dan dapatkan artikel terupdate seputar kewirausahaan, bisnis, foto produk, dan website (termasuk tips dan triknya lho!). Ngga akan rugi deh!

Yey! Kamu berhasil bergabung dengan mailing list Nagari Studio. Tunggu berita ter-update dari kami.